16 September 2011

Akhirnya, sebuah curhat yg (tidak) berguna...

Akhirnya nge blog lg setelah 2 taun ga nulis2 lg. hahaha.. Gaya nulis gw sdikit berubah jd agak membosankan nih. hehe.. Mudah2an para pembaca bisa ngerti apa yg gw tulis ya. Soalnya ga gampang mencerna tulisan gw yg agak ga beraturan n ga ada alurnya. huahahaha.. Mulai aja ah.

Mencoba sharing (walau mirip curhat n mungkin pembacanya pada ga ngerti)

Di posting kali ini gw mau berbagi tentang suka duka gw jd ketua. Ya, ketua. Mungkin bagi kalian2 yg ga tau (karna memang ga pernah gw tulis di blog atau dimanapun), di taun 2011 ini gw bersyukur bgt bisa dipercaya Tuhan n ditunjuk temen2 satu ukm olahraga untuk jd ketua. Gw ga mau sebut nama ukm nya apa, karna memang bukan gw yg terdaftar jd ketua disana (ada ketua bayangan, gara2 gw ga bisa memenuhi 1 persyaratan dari biro ukm untuk jd ketua). Pelajaran yg gw dapet cukup banyak. Dan mungkin, pelajaran2 yg gw dapet itu, jg didapat oleh pemimpin2 yg lain (entah koordinator, atasan, direktur, atau bahkan presiden sekalipun).

Kata orang, jadi atasan itu gampang. Tinggal duduk di ruangan dingin, naikin kaki keatas meja, suruh2 bawahan, tidur, dan ketika bangun, tau2 tugas dah slesai dikerjain bawahan. hahaha.. Itu kata orang loh ya. Aslinya ya ga begitu. Atasan jg harus mengontrol banyak orang(selain dirinya sendiri), ngontrol kerjanya juga n msh banyak lah yg lain. Mungkin ada beberapa bawahan yg stress gara2 masalah atasan yg marah2 terus, suka nyuruh2, bla bla bla..

Buat kalian para bawahan, coba deh kalian bayangkan. Anggaplah atasan kalian memegang 10 anak buah. Satu orang anak buah, memegang beban 10 kg. Berapa jumlah beban seorang ketua? Gw rasa kalian cukup pintar untuk menghitung itu.


Pelajaran yg gw dapet selama jd ketua:

1. Pengorbanan dan Ke-Ikhlas-an
Nah, ini pelajaran pertama yg harus selalu diinget oleh ketua. Gw akui berat banget buat lewatin yg 1 ini. Karna, di ukm gw, hak istimewa seorang ketua tuh cuma 3. Dapet pengalaman, bisa dilatih lebih dari anggota lain, n dapet sertifikat (nah, sertifikat ini gw ga dapet). Sisanya? Kalo menurut kalian, mungkin ini sebuah kerugian.

Misalnya:
- Ketua harus sering dateng
- Ketua harus bayar iuran latihan (no privilege)
- Ketua harus ngurus segala sesuatunya
- Ketua harus berkorban lebih banyak dari pengurus2 yg lain

Itu baru 4 dari banyak contoh2 yg lain. Contoh pengorbanannya, gw taun ini sering nolak pergi kmn2. Padahal ajakan pergi itu cukup menarik. Singapura, Bangka, Jogja, Pulau Ayer, bahkan ke resepsi pernikahan sodara gw sendiri gw tolak dgn alasan "latihan" atau "rapat" atau "ada kerjaan". Dan akhirnya memang, gw sendirian di rumah, nyalain komputer, buka file2 ukm. Sedangkan, pengurus2 lain gw ijinkan pulang ke daerahnya masing2. Dan juga gw ga bisa konsentrasi latihan, karena harus ngurus org2 yg di lapangan jg. Padahal skill ketua dituntut lebih dari anggota yg lain.

Cara mengatasinya? ya berpikir positif aja. Gw pasti dapet pengalaman yg lebih dari org2 lain. Secara kan, gw yg tau strategi n cara2 ngurus acara. Blom lg dapet pengalaman ngurus ukm. Ya ga? hehehe..


2. Tekanan dan ketenangan
Wah, ini mah jgn ditanya. Kalian tau sendiri lah apa tekanan itu. Mungkin yg membedakan, seorang ketua harus bisa tahan tekanan dari manapun.

Tekanan menurut gw, itu dari beberapa arah:
- atas: biro ukm, alumni
secara ga langsung, kita ditekan oleh orang2 ini untuk melakukan sesuatu (bisa ditekan dgn sikapnya mereka, atau apapun itu). Secara, kan mereka lebih pengalaman. gw lupa apa contohnya.

- bawah: anggota
nah, klo dari atas ditekan secara ga langsung, klo dari bawah ditekan secara langsung(langsung diomongin ke titik permasalahan). kadang ketua jg diminta melakukan satu hal dengan cepat, padahal ketua jg punya banyak kerjaan lain. contohnya, gw pernah ditanya ttg sparing terus2an selama bbrp bulan. Atau ttg seorang anggota yg curhat ke gw ttg ketidak-sukaannya terhadap anggota lain.

- kiri n kanan: sesama pengurus
Yg ini kira2 sama jg kayak ditekan dari bawah. Tp ada tambahan, pengurus selalu minta sesuatu ke ketua untuk dilakukan dgn cepat. Contohnya, gw pernah diminta ganti video promosi, padahal waktu itu gw plg ga bisa bikin video, waktu gw jg dah dipenuhi kerjaan2 lain yg lebih penting di ukm. Pernah jg ada yg ngancem pengen keluar gara2 sering gw minta kerjain sesuatu tanpa gw bayar, dan itu ketika dia punya job yg dibayar org. Ketika gw melakukan hal yg sama ke anggota2 gw, mereka dgn enaknya menjawab "Males ah", atau "ntar ah". Cape deh.

- depan n belakang: pelatih n embel2nya
Klo ini, untungnya gw punya pelatih yg ngerti ribetnya jd ketua yg ga dibayar. hahaha.. Tp tetep aja gw pernah ditekan. Misalnya, kenaikan gaji n sejenisnya.

Karena tekanan2 itulah, yg bikin seorang ketua punya ketenangan yg klo kata org, Te O Pe Be Ge Te (T.O.P B.G.T) dah. Cara mengatasinya, usahakan kalian kerjakan sesuatu dgn cepat. Dan kasih contoh ke pengurus/anggota2 lain, klo kalian bisa kerja cepat dgn kinerja yg baik. Secara ga langsung, akan membuat org tersebut ga enak hati menolak permintaan kalian.


3. Communication is important
Gw bukan org yg ahli bicara. Bahkan sama temen sendiri jarang bgt ngobrol. Sedangkan disini gw dituntut untuk selalu ngobrol sama pengurus, anggota, pelatih, alumni. Dan jg dituntut untuk selalu bawel. hahahaha.. Cara mengatasinya, jgn malu2 ngobrol. Meskipun cuma sedikit, nanti lama2 jg jd banyak.


4. Keputusan cepat dan tepat
Kalian jg dituntut untuk bekerja cepat. Bekerja cepat bisa diwujudkan dgn pengambilan keputusan yg cepat dan tepat. Keputusan yg tepat itu, bisa berarti macam2. Keputusan yg tepat itu ga harus selalu "Resiko terkecil, Untung terbesar". Klo arti "Keputusan cepat dan tepat" kalian cuma "resiko terkecil, untung terbesar", sedangkan kalian pengen banget jd seorang pemimpin, gw saranin ubah mindset dulu.


5. Strategy and Management
Memimpin/memegang sesuatu, jelas harus pake hukum yg satu ini, apapun itu yg kalian pegang. Mengurus acara, kuliah, atau hal terkecil sekalipun. Khususnya jadi ketua. Kalian harus selalu pikirin strategi, sekecil apapun itu. Gimana caranya dapet anggota, mempertahankan mereka, bikin mereka betah. Banyak lagi deh. Tips dari gw, cobalah bikin strategi n manajemen dari yg kecil2 dulu. Misalnya, jadwal kalian di hari esok.


6. Disiplin
Satu kata untuk pelajaran yg satu ini: WOW!! Selama jd atasan, kalian akan punya tanggung jawab yg lebih besar dari bawahan2 kalian. Dan masalah "disiplin", ga bisa dianggap sbagai suatu hal yg sepele. Selama kalian para atasan bisa menjaga kedisiplinan, maka kalian bisa menuntut hal yg sama dari bawahan kalian.


7. Menghormati dan menghargai orang lain
Ini hal dasar yg harus ada di setiap orang. Khususnya ketua yg punya anak buah. Anak buah juga manusia, yg punya batasan2 tertentu. Mungkin mereka sakit, butuh liburan, atau apa lah itu. Yg jelas kita harus sudah punya rencana cadangan ketika mereka ingin liburan.


8. Belajar memegang tanggung jawab besar
Klo kita jadi anggota, mungkin kita akan berpikir jd atasan itu enak. Karena tinggal ongkang2 kaki, nyuruh anak buahnya kerja dan pekerjaan pun selesai. Ga juga, cuy. Ketua itu justru megang tanggung jawab yg besar. Bukan cuma atas keputusan yg dia ambil, tapi juga yg anak buahnya ambil. Dan ketika seorang anak buah, mengambil keputusan yg salah untuk orang ketiga, ketua lah yg bertanggung jawab. Dan di depan orang ketiga ini, ketua ga bisa sembarangan melempar kesalahan ke anak buahnya.


9. Belajar menjaga rahasia
Setiap pemimpin punya rahasia dalam kepemimpinannya (bahasa kerennya Untold Stories lah). Bisa berupa strategi, pengalaman, atau alasan pengambilan keputusan yg ga bisa diketahui banyak orang. Mulai dari sikap, cara bicara, nada bicara, emosi, tingkah laku, sampai topik pembicaraan (malah kadang mereka rela "menjatuhkan diri" supaya dapet hasil yg mereka inginkan). Dan mereka punya alasan khusus untuk ini. Kalau kalian bertanya, mungkin akan diceritakan sedikit. hahaha.. (mudah2an gw ada waktu untuk bikin "The Don and his Untold Stories". hehe..)


Sedikit saran dari seorang anggota yang pernah jadi ketua.
Untuk yg punya bawahan/anggota:
- Dengarkan bawahan. Mereka bisa ngasih kalian ide/saran yg berguna.
- Buat mereka senang. Dengan memberi hadiah/penghargaan misalnya.
- Ajari mereka. Jangan cuma nyuruh kerja doank, tp ajarin jg supaya mereka bisa maju.


Untuk yg punya atasan/ketua:
- Hargailah atasan kalian. Karena memimpin sesuatu (sekecil apapun itu) ga gampang.
- Selalu bantu atasan. Kerjaan atasan lebih banyak dari bawahannya, blom lg harus "pasang badan" a.k.a mempertanggung jawabkan segala keputusan.
- Dengarkan atasan. Setiap atasan akan memberi sedikit pelajaran positif untuk kalian (dengan cara yg unik).
- Percaya pada mereka. Mereka selalu punya alasan untuk memilih sesuatu.


Selama gw jd ketua, gw punya mindset: selama internal gw blom bener, gw ga bakal menunjukkan diri ke ukm2 lain. Dan memang sampe skrg, pengurus gw msh suka males2an dtg rapat.

Setiap mantan ketua punya "alur" yang sama: mencoba membantu ketua baru menjalankan tugasnya. Karena mereka tau rasanya jadi ketua. Kalau mereka ga punya "alur" ini, mungkin mereka blom terlalu mengerti apa yg mereka kerjakan kemarin.


Yah, segitu aja deh. Mudah2an sharing gw berguna bagi kalian2 yg pengen jd pemimpin atau pengen tau apa yg bakal kalian hadapi ketika jd pemimpin. Setidaknya, kalian tau apa yg dirasakan oleh ketua kalian n dah merencanakan klo kalian dapet kasus yg sama seperti itu. Dengan begitu, atasan/bawahan kalian lebih bahagia ketika ngurus sesuatu. Atasan senang, bawahan jg senang toh? hehehe..


Quote terakhir dari gw:
Hidup itu seperti kalkulator. Angka apa yang anda tekan, angka itu yg akan keluar di layar. Jangan kecewa kalau hasilnya salah. Karena kalkulator punya baterai dan sirkuit yg bisa rusak tiba2.



Jakarta, 24 September 2011
16.10

0 Oscar Award:

Posting Komentar